Apa itu QRIS?


Thumbnail

Inovasi teknologi saat ini sudah berkembang cukup pesat pada berbagai aspek ekonomi digital, termasuk sektor pembayaran. Telah muncul berbagai metode pembayaran secara elektronik yang dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan transaksi secara online salah satunya yaitu menggunakan QR payment. QR payment adalah sistem pembayaran yang menggunakan sebuah barcode atau QR (Quick Response) code yang akan discan dan membutuhkan koneksi internet pada saat melakukan transaksi pembayaran.

Untuk meningkatkan keefektifan dalam proses transaksi pembayaran menggunakan QR code, Bank Indonesia telah menetapkan standardisasi QR code nasional yang dikenal dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). QRIS adalah penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR code. PJSP ini mengeluarkan produk digital dalam bentuk aplikasi pembayaran yang nantinya akan digunakan oleh konsumen untuk melakukan pembayaran. Semua PJSP yang akan menggunakan QR code pembayaran wajib menerapkan QRIS. 

Saat ini, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) merupakan salah satu Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang telah mendapatkan izin dari Bank Indonesia. Telkom memiliki beberapa produk digital salah satunya yaitu QRen. QRen ini adalah layanan yang menghubungkan konsumen dengan penerbit alat bayar (Issuer) untuk memberikan kemudahan bagi  konsumen dalam melakukan pembayaran secara mobile dengan menggunakan teknologi QR (Quick Response) code yang sudah menerapkan QRIS (Quick Respone Code Indonesian Standard).

Sebelum adanya QRIS, para merchant harus memiliki berbagai QR code yang berbeda untuk menyesuaikan dengan berbagai macam aplikasi pembayaran dari PJSP sehingga dinilai kurang efektif karena tidak semua aplikasi pembayaran dimiliki oleh para konsumen. Dengan QRIS, para merchant hanya memiliki satu QR code dan konsumen dapat melakukan pembayaran dengan berbagai aplikasi pembayaran yang dimilikinya. 

Bank Indonesia mencatat, terdapat 3,82 juta merchant yang pembayarannya telah mengadopsi Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Pada grafik diatas menunjukkan bahwa Usaha Mikro mencatat terdapat 2,6 juta merchant yang telah mengadopsi QRIS dalam metode pembayarannya. Selanjutnya, Usaha Kecil sebanyak 685,3 ribu, Usaha Menengah 334 ribu, Usaha Besar 190,7 ribu dan dibandingkan dengan 22 Maret 2020 lalu, Lembaga donasi/sosial mencatat telah terjadi kenaikan pengadopsi QRIS sebesar 132% yaitu menjadi 9,3 ribu.

Bagi merchant yang ingin menggunakan QRIS untuk metode pembayaran-nya pun cukup mudah. Merchant cukup membuat account ke salah satu PJSP penyelenggara QRIS yang telah terdaftar di Bank Indonesia. Lalu, merchant perlu melengkapi data usaha dan dokumen. Tunggu proses verifikasi, PJSP akan memberikan merchant ID, kode QRIS, dan stiker QRIS. Setelah itu, merchant harus menginstall aplikasi sebagai merchant QRIS. Jika bagi konsumen yang ingin menggunakan QRIS, konsumen perlu mengunduh aplikasi salah satu PJSP yang telah terkoneksi dengan QRIS, melakukan registrasi, mengisi saldo, dan dapat melakukan pembayaran pada merchant QRIS.

Begitu besar manfaat yang dirasakan oleh konsumen dan merchant apabila menggunakan QRIS. Dengan QRIS, konsumen tidak perlu repot lagi membawa uang tunai, tidak perlu pusing memikirkan QR siapa yang terpasang, dan terlindungi karena semua PJSP penyelenggara QRIS sudah pasti memiliki izin dan diawasi oleh BI. Sedangkan keuntungan untuk merchant, merchant dapat terhindar dari uang palsu, penjualan berpotensi meningkat karena dapat menerima pembayaran berbasis QR apapun, tidak perlu menyediakan uang kembalian, dan transaksi tercatat otomatis yang bisa dilihat setiap saat. 

Maka dari itu, ayo segera daftarkan merchant Anda dengan QRIS!

Sumber : https://www.bi.go.id/id/sistem-pembayaran/QRIS/Contents/Default.aspx