Indonesia Duduki Peringkat 3 Teratas pada Pendapatan Layanan Keuangan Digital se-Asia Tenggara


Thumbnail

Layanan keuangan digital (LKD) adalah individu atau bukan individu yang telah mendapatkan izin atau lisensi dari Bank Indonesia untuk melayani jasa pembayaran dan keuangan dengan menggunakan teknologi digital seperti web atau seluler.

Tujuan dibentuknya LKD adalah untuk mengembangkan keuangan inklusif masyarakat di Indonesia serta mendukung penyaluran dana bantuan pemerintah dengan efektif. Selain itu, LKD bermanfaat membantu masyarakat yang belum pernah berhubungan dengan bank (unbanked segment). Para agen LKD juga bisa melayani operasi dasar perbankan seperti pembukaan rekening uang elektronik, setor tunai, dan tarik tunai.

Riset yang telah dilakukan oleh Brain, Google dan Temasek menghasilkan pertumbuhan proyeksi pendapatan LKD yang cukup signifikan dari tahun 2019 hingga 2025 di Asia Tenggara. Indonesia menduduki peringkat 3 teratas setelah Singapura dan Thailand. Pertumbuhan pendapatan LKD di Indonesia meningkat sebesar 34%. Di tahun 2019, Indonesia memiliki pendapatan LKD sebesar US$ 1,5 miliar dan diproyeksikan akan meningkat sebesar US$ 8,6 miliar di tahun 2025. Jenis LKD yang diproyeksikan adalah layanan pembayaran, pengiriman uang, peminjaman, asuransi, dan investasi. Layanan tersebut berpotensi memiliki pertumbuhan yang signifikan di kawasan Asia Tenggara.

Seperti yang dilansir oleh Kompas.com, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) mengonfirmasi sekitar 50 persen atau setara 30 juta dari 64,2 juta UMKM di Indonesia harus tutup sementara akibat pandemi. Hal tersebut dikarenakan adanya penurunan pelanggan pada saat masa PSBB. 

Saat ini, masyarakat Indonesia cenderung melakukan pengeluaran untuk kebutuhan esensial, seperti pembelian pada produk-produk kesehatan. Selain itu, mereka lebih memilih untuk membeli segala keperluan secara online daripada langsung ke gerai. Tinggal pilih barang melalui ponsel, klik beli, bayar, dan barang segera dikirim ke rumah, 

Pentingnya digitalisasi bagi para pelaku UMKM/merchant yang saat ini sedang merintis usahanya agar segera mendigitalisasikan produk Anda. Disamping dapat menjangkau pasar yang luas, digitalisasi produk juga memudahkan konsumen dalam melakukan transaksi pembayaran tanpa harus ke gerai sehingga kekhawatiran konsumen akan terpaparnya virus dari luar rumah dapat teratasi. Apalagi Indonesia diprediksikan memiliki pertumbuhan pendapatan layanan keuangan digital yang cukup signifikan dan memasuki peringkat 3 teratas se-Asia Tenggara. Artinya, semakin banyak masyarakat yang sadar akan kemudahan dalam melakukan transaksi melalui digitalisasi ini yang dirasa sangat efektif dan efisien. 

Bagi Anda para merchant internal Telkom, kini MPS sebagai layanan keuangan digital menyediakan sistem pembayaran untuk mendukung bisnis Anda. Berbagai macam metode pembayaran telah disediakan untuk menjangkau pelanggan Anda dalam melakukan transaksi sehingga pembayaran dapat dilakukan lebih cepat dan mudah dengan harga yang terjangkau.

Maka dari itu, segera integrasikan merchant Anda dengan kami disini dan nikmati manfaatnya.