Syarat dan Ketentuan Layanan

PT Telkom Indonesia, Tbk, sebuah badan hukum berbentuk perseroan terbatas yang didirikan berdasarkan hukum Indonesia (TELKOM), dalam Syarat dan Ketentuan (“S&K”) ini menetapkan syarat dan ketentuan yang relevan dengan penggunaan layanan yang disediakan oleh Kami. Kemudian Pengguna Layanan merupakan entitas yang mengadakan Perjanjian Layanan atau menggunakan Layanan kami (MERCHANT). Berdasarkan S&K ini TELKOM dan MERCHANT secara bersama-sama disebut sebagai Para Pihak. 

Merchant Payment Solution  (selanjutnya disebut “Layanan MPS”) adalah layanan elektronik yang memungkinkan MERCHANT untuk memproses transaksi pembayaran dengan menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu secara online, uang elektronik, dan/atau proprietary channel. Dengan menggunakan Layanan MPS, Anda dengan ini setuju untuk menerima dan tunduk pada S&K ini (kecuali secara khusus disetujui lain dalam Perjanjian) dan Kebijakan Privasi Kami yang dapat dilihat pada website MPS.

TELKOM atas kewenangannya secara mutlak, berhak melakukan perubahan atau menambahkan S&K setiap saat (dengan mematuhi ketentuan hukum) dengan ketentuan bahwa TELKOM telah menyampaikan pemberitahuan perubahan S&K selambat-lambatnya 14 (empat belas) hari kalender (Periode Pemberitahuan) kepada MERCHANT secara tertulis sebelum tanggal efektif perubahan atau penambahan akan S&K yang akan dilakukan melalui surat elektronik atau cara tertulis lainnya. Setelah menerima pemberitahuan akan perubahan atau penambahan akan S&K, MERCHANT berhak untuk mengakhiri Perjanjian Layanan dengan TELKOM dengan mengikut prosedur yang terdapat pada S&K ini. Setelah berakhirnya Periode Pemberitahuan dan sejauh tidak ada pemberitahuan yang diterima oleh TELKOM, maka dengan ini MERCHANT setuju untuk menerima dan terikat dengan perubahan atau penambahan akan S&K ini. S&K yang telah dilakukan perubahan atau penambahan akan menggantikan versi sebelumnya secara menyeluruh.

Dengan menggunakan Layanan MPS, maka S&K dan Kebijakan Privasi ini berlaku serta mengikat Para Pihak. Kecuali diatur secara khusus dalam Perjanjian.

 

  • Definisi dan Terminologi

 

Semua istilah dengan huruf kapital yang mana tidak didefinisikan dalam S&K ini akan memiliki makna yang diberikan dalam Perjanjian dan/atau Kebijakan Privasi.

  1. MERCHANT adalah orang, perorangan atau badan usaha yang menggunakan Layanan MPS dan terdiri dari Akun Utama dan Mitra Merchant;
  2. Akun Utama adalah akun yang dibuat untuk MERCHANT yang disediakan oleh TELKOM agar dapat menggunakan Dashboard Layanan, mengontrol dan memonitor  Mitra Merchant  berdasarkan Kontrak ini; 
  3. Mitra Merchant adalah MERCHANT dengan dibawah Akun Utama yang dibuat oleh TELKOM atas permintaan Akun Utama agar terhubung dengan Dashboard Layanan yang dapat di akses control dan dimonitor oleh Akun Utama ;
  4. Dashboard Layanan adalah  web tools yang disediakan oleh TELKOM kepada MERCHANT untuk memonitor aktivitas MERCHANT;
  5. Layanan MERCHANT Payment Solution (selanjutnya disebut “Layanan MPS”) adalah  layanan penyediaan metode pembayaran untuk transaksi non-tunai yang disediakan oleh TELKOM kepada MERCHANT;
  6. Customer Due Diligence adalah proses identifikasi dan verifikasi yang dilakukan terhadap calon MERCHANT guna memenuhi standar yang telah ditetapkan;
  7. Channel Pembayaran adalah metode pembayaran yang digunakan oleh MERCHANT untuk menerima pembayaran yang dilakukan oleh Pelanggan (end user);
  8. End User Price adalah sejumlah dana yang dibayarkan oleh Pelanggan atas transaksi nominal pembelian barang atau layanan di MERCHANT melalui Channel dan sudah termasuk dengan nominal transaksi;
  9. MERCHANT Price adalah sejumlah dana yang diterima oleh MERCHANT atas hasil penjualan produk MERCHANT pada situs atau aplikasi milik MERCHANT;
  10. Pihak Ketiga adalah pihak lain diluar TELKOM, MERCHANT, dan Pelanggan;
  11. Biaya Transaksi adalah biaya tambahan diluar nominal transaksi (surcharge) dan Biaya Layanan MERCHANT yang menjadi hak TELKOM atas penggunaan Channel yang hanya dikenakan untuk setiap Transaksi Berhasil yang dilakukan Pelanggan;
  12. Biaya Layanan MERCHANT adalah biaya penggunaan layanan secara bulanan dikenakan oleh TELKOM kepada MERCHANT yang aktif menggunakan layanan MPS (secara transaksi);
  13. Transaksi adalah aktivitas pembayaran/pembelian yang dilakukan oleh Pelanggan melalui MERCHANT dengan menggunakan channel pembayaran yang disediakan oleh TELKOM;
  14. Transaksi Berhasil adalah Transaksi dimana Pelanggan berhasil melakukan Transaksi dengan nominal pembayaran/pembelian yang sesuai dengan harga yang harus dibayarkan setelah mendapatkan kode transaksi dengan status pembayaran pada Dashboard Layanan berubah menjadi “Paid”;
  15. Rekonsiliasi adalah perbandingan dan/atau penyesuaian data Transaksi milik TELKOM dan MERCHANT dalam hal terjadi perbedaan data Transaksi yang dimiliki oleh masing-masing Pihak;
  16. Settlement adalah proses pelimpahan dana atas nominal Transaksi Berhasil Pelanggan yang dilakukan oleh TELKOM kepada MERCHANT pada setiap layanan sistem pembayaran;
  17. Hari Kerja adalah hari Senin-Jumat kecuali hari libur nasional dan cuti bersama yang ditetapkan oleh Pemerintahan dan/atau hari Bank tidak buka untuk umum (non-bank day) yang ditetapkan oleh Bank Indonesia atau Otoritas Jasa Keuangan;
  18. Hari Kalender adalah hari sebagaimana ditetapkan dalam kalender yang berlaku di Indonesia;
  19. Helpdesk adalah sebuah center point untuk melayani pertanyaan teknis dan/atau non-teknis dari MERCHANT kepada TELKOM;
  20. Afiliasi adalah setiap orang lain yang secara langsung atau tidak langsung melalui satu atau lebih perantara, mengendalikan, dikendalikan oleh atau berada dibawah kendali bersama dengan pihak tersebut;
  21. API adalah sekumpulan perintah, fungsi, serta protokol yang dapat digunakan oleh programmer saat membangun perangkat lunak untuk sistem operasi tertentu;
  22. Tagihan adalah suatu instruksi kredit atau debit untuk mengambil dana dari suatu rekening yang dimiliki Pemegang Kartu dengan suatu atau institusi keuangan lainnya sehubungan dengan suatu transaksi antara Pemegang Kartu dengan MERCHANT;
  23. Chargeback adalah keberatan yang diajukan oleh Pelanggan atau pemegang kartu (card holder) baik itu kartu kredit atau debit kepada Issuer disebabkan adanya transaksi yang tidak valid atas nama Pelanggan yang dilakukan pada situs/aplikasi digital milik MERCHANT;
  24. Penerimaan adalah tindakan yang dilakukan oleh TELKOM atas nama MERCHANT yang memungkinkan MERCHANT menerima pembayaran dari Pelanggan, melalui rekening virtual, layanan pemrosesan kartu, toko ritel , dompet elektronik, dan direct debit;
  25. Pengembalian Dana (Refund) adalah suatu instruksi yang diinisiasi oleh MERCHANT untuk mengembalikan dana ke Pelanggan untuk Tagihan atau pembayaran melalui kanal pembayaran lainnya yang ada;
  26. Pelanggan adalah setiap orang atau entitas yang membeli atau menggunakan layanan maupun produk MERCHANT;
  27. Pembalikan Dana adalah suatu instruksi yang diinisiasi oleh setiap bank, usaha layanan keuangan, jaringan pembayaran, atau lembaga intermediasi keuangan lain, atau Kami untuk mengembalikan dana untuk suatu Tagihan yang ada. Pengembalian dapat terjadi karena (i) tidak berlakunya suatu tagihan oleh suatu bank, usaha layanan keuangan, jaringan pembayaran, atau lembaga intermediasi keuangan lain; (ii) penyelesaian dana terhadap MERCHANT karena adanya kesalahan atau tidak adanya otorisasi; dan (iii) pengajuan atas suatu Tagihan yang melanggar Aturan Jaringan, atau dimana pengajuan Tagihan atau penggunaan Layanan Pemrosesan Kartu yang melanggar S&K ini atau Perjanjian;
  28. Perjanjian adalah perjanjian layanan antara TELKOM dengan MERCHANT sehubungan dengan penggunaan layanan;
  29. Rekening Dana adalah rekening bank yang dibuat dan dikelola pada setiap bank yang ditunjuk oleh TELKOM untuk tujuan mengirimkan dana ke MERCHANT selama MERCHANT menggunakan Layanan MPS;
  30. Acquirer adalah bank atau lembaga selain bank yang melakukan kerjasama dengan

MERCHANT, yang dapat memproses data kartu yang diterbitkan oleh pihak lain;

  1. Issuer adalah bank penerbit yang terdiri dari bank dan/atau bank lain pada umumnya dan/atau lembaga selain bank yang menerbitkan kartu;
  2. Fraud adalah  adalah suatu tindakan mencurigakan dan/atau penyalahgunaan data milik Pelanggan dalam penggunaan Layanan MPS yang dilakukan di situs dan/atau aplikasi MERCHANT.

 

  • Registrasi Layanan MPS

 

    1. MERCHANT dapat membuat  Akun dengan mendaftarkan diri pada halaman registrasi. MERCHANT wajib memberikan informasi yang valid, akurat dan terbaru pada saat melakukan registrasi Akun.
    2. MERCHANT dimungkinkan untuk menyampaikan dokumen dan informasi tambahan, baik secara elektronik maupun secara langsung sebagaimana instruksi yang diberikan.
    3. MERCHANT bertanggung jawab penuh atas kebenaran segala bentuk dokumen yang dijadikan dasar dalam melakukan registrasi Akun.
    4. TELKOM akan melakukan verifikasi atas informasi dan dokumen yang diberikan oleh MERCHANT melalui situs untuk menentukan apakah MERCHANT berhak untuk menggunakan Layanan MPS.
    5. Persetujuan dan/atau penolakan atas permohonan registrasi MERCHANT merupakan kewenangan TELKOM sepenuhnya, dengan memperhatikan ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. TELKOM dapat sewaktu-waktu menarik persetujuan atas permohonan registrasi MERCHANT.
    6. Registrasi Akun hanya dapat dilakukan oleh MERCHANT sendiri sebagai subjek hukum. MERCHANT menyatakan dan menjamin bahwa registrasi Akun MERCHANT ditujukan oleh MERCHANT untuk kepentingan MERCHANT sendiri, bukan untuk kepentingan pihak lainnya manapun, termasuk badan hukum dan/atau badan usaha manapun. TELKOM berhak menolak registrasi yang MERCHANT lakukan atas Akun untuk kepentingan pihak manapun selain MERCHANT, termasuk badan hukum dan/atau badan usaha manapun.
    7. Setiap data yang dikirimkan MERCHANT kepada TELKOM untuk melakukan registrasi Akun adalah data MERCHANT sendiri. Setiap permintaan dari setiap Akun akan dianggap sebagai permintaan yang sah dari Akun tersebut.
    8. MERCHANT memahami bahwa detail informasi log-in MERCHANT adalah rahasia dan karenanya MERCHANT tidak diperkenankan untuk mengungkapkan detail informasi log-in MERCHANT kepada pihak ketiga manapun, termasuk password, PIN dan/atau kode verifikasi berupa kode sandi sekali pakai (one time password) (“OTP”) yang dikirimkan melalui Layanan pesan singkat (“SMS”) ke nomor telepon yang terdaftar MERCHANT pada saat melakukan registrasi Akun. MERCHANT setuju untuk menanggung segala resiko terkait pengungkapan informasi log-in MERCHANT kepada pihak ketiga manapun dan bertanggung jawab penuh atas setiap konsekuensi yang berkaitan dengan hal tersebut.
    9. MERCHANT memahami hanya nomor HP Indonesia yang dapat melakukan registrasi Akun.
    10. Dalam hal MERCHANT memiliki Mitra yang bekerjasama dengan MERCHANT, maka MERCHANT wajib memberikan data dan informasi terkait Mitra tersebut, termasuk namun tidak terbatas pada detail terkait dengan Akun Mitra dan Perjanjian antara MERCHANT dengan Mitra.

 

  • Biaya Penggunaan Layanan, Akun dan Saldo Dashboard

 

    1. MERCHANT wajib membayar kepada TELKOM biaya atas Layanan yang ditentukan dalam daftar harga yang ditentukan oleh MPS, kecuali disepakati lain secara tertulis antara Para Pihak dengan melakukan negosiasi terlebih dahulu dengan TELKOM.
    2. Tanpa mengesampingkan segala ketentuan lain dalam S&K ini atau dalam Perjanjian, TELKOM berhak memperbaharui harga atas layanan yang TELKOM berikan, pada saat apa pun dengan mengirimkan pemberitahuan tertulis kepada MERCHANT sebelum perubahan harga tersebut berlaku efektif. TELKOM akan memberikan informasi kepada MERCHANT secara tertulis melalui surat elektronik atau cara tertulis lainnya sehubungan dengan perubahan harga atas biaya layanan yang akan dibebankan kepada MERCHANT selambat-lambatnya 14 (empat belas) Hari Kalender sebelum berlakunya biaya terbaru.
    3. Atas rencana perubahan harga Layanan MPS, MERCHANT diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan yang berisikan persetujuan atau permohonan negosiasi harga Layanan terbaru selambat-lambatnya 7 (tujuh) Hari Kalender. Apabila dalam jangka waktu tersebut, MERCHANT tidak memberikan tanggapan secara tertulis melalui surat elektronik atau cara tertulis lainnya, maka TELKOM akan memberlakukan harga Layanan terbaru.
    4. Dalam hal MERCHANT menyampaikan permohonan negosiasi Layanan MPS, maka MERCHANT dan TELKOM akan melakukan negosiasi yang berdasarkan kepada namun tidak terbatas pada kesesuaian antara proyeksi bisnis dengan permohonan harga Layanan yang disampaikan oleh MERCHANT.
    5. TELKOM berhak untuk segera melakukan pemotongan langsung dan/atau penagihan atas segala pengeluaran, biaya atau beban yang terutang oleh MERCHANT kepada TELKOM atas penggunaan Layanan.
    6. Saldo Dashboard hanya menampilkan saldo keseluruhan atas aktivitas transaksi dari akun MERCHANT pada periode tertentu, dimana merchant tidak dapat melakukan cashout secara mandiri ke akun rekening MERCHANT.
    7. Saldo yang ditampilkan pada Dashboard MERCHANT bersifat real time berdasarkan transaksi yang terjadi, namun penyelesaian dana MERCHANT akan dibayarkan ke rekening Merchant pada waktu sesuai dengan ketentuan pada Perjanjian.
    8. Dalam hal MERCHANT memiliki lebih dari satu Akun dengan Layanan MPS, MERCHANT mengakui bahwa, selain segala Perjanjian yang mungkin telah MERCHANT tanda tangani untuk setiap dan semua Akun tersebut, penggunaan MERCHANT atas masing-masing Akun tersebut tunduk pada S&K ini dan hak-hak dan kewajiban-kewajiban yang diatur dalam S&K ini berlaku secara keseluruhan dan masing-masing dan dapat diberlakukan terhadap masing-masing Akun tersebut. MERCHANT sepakat bahwa, kecuali disepakati lain secara tertulis melalui Perjanjian oleh kedua belah Pihak, dalam hal ada pelanggaran Perjanjian atau S&K atau terjadinya suatu Kondisi Yang Mengancam sehubungan dengan suatu Akun, TELKOM dapat melakukan tindakan yang TELKOM anggap perlu secara wajar untuk melindungi hak dan kepentingan TELKOM, dengan melaksanakan hak-hak TELKOM terhadap segala Akun lain yang MERCHANT miliki. Untuk menghindari keraguan, hak-hak ini termasuk namun tidak terbatas pada hak untuk memotong saldo rekening lain yang MERCHANT miliki untuk membayar tagihan-tagihan yang belum dibayarkan dan hak untuk menangguhkan atau mengakhiri Akun lain apapun yang MERCHANT miliki dalam hal suatu kondisi yang mengancam.

 

  • Layanan Cash In (Penerimaan Dana) 

 

    1. MERCHANT dengan ini setuju untuk tunduk pada syarat dan ketentuan dari Bank atau mitra pembayaran yang ditunjuk oleh TELKOM dalam menyediakan Layanan MPS (termasuk, namun tidak terbatas pada, batasan atau perubahan pada jam atas setiap kanal pembayaran oleh Bank atau mitra pembayaran yang ditunjuk) dan semua persyaratan dan ketentuan tersebut menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dengan S&K ini.
    2. Penerimaan Dana akan dianggap telah dilakukan oleh Pelanggan ketika dana yang ditentukan dalam satu tagihan yang diterbitkan oleh MERCHANT berhasil ditransfer oleh Pelanggan ke rekening bank yang ditentukan dalam tagihan tersebut.
    3. Seluruh pembayaran yang diterima oleh TELKOM atas nama MERCHANT sebagai hasil dari pelaksanaan transaksi yang dilakukan oleh Pelanggan akan ditambahkan ke Rekening MERCHANT yang terdaftar pada informasi registrasi MERCHANT sesuai dengan waktu penyelesaian yang ditentukan.
    4. MERCHANT menyatakan bahwa rekening yang didaftarkan pada saat registrasi adalah rekening MERCHANT yang valid sebagai akun penerima pembayaran dari TELKOM.
    5. Dalam hal TELKOM secara wajar menduga bahwa suatu Transaksi berpotensi atau mungkin merupakan transaksi ilegal, tidak sah, curang, atau merupakan pelanggaran Perjanjian atau S&K ini, atau dalam hal TELKOM diwajibkan melakukannya oleh mitra saluran pembayaran TELKOM dan/atau lembaga pemerintah atau otoritas terkait, TELKOM dapat menolak untuk memproses, memberikan batasan tertentu, menangguhkan dan/atau menunda penyelesaian Transaksi, dan memerlukan dokumentasi atau bukti pendukung tertentu dari MERCHANT dan memberikan informasi terkait Transaksi dengan mitra saluran pembayaran, lembaga pemerintah, atau otoritas kehakiman tersebut untuk sejauh yang diperlukan untuk memverifikasi legalitas dan/atau menilai risiko yang terkait dengan Transaksi.
    6. TELKOM dapat melakukan penolakan untuk memproses, memberikan batasan tertentu, menangguhkan dan/atau menunda penyelesaian Transaksi, dan memerlukan dokumentasi atau bukti pendukung tertentu dari MERCHANT apabila terjadi indikasi transaksi ilegal, tidak sah, curang, atau merupakan pelanggaran dari S&K.
    7. Atas Layanan Cash In, TELKOM berhak untuk menentukan suatu Penerimaan Dana dianggap telah dilaksanakan atau belum berdasarkan status  tagihan yang diterbitkan oleh MERCHANT kepada Pengguna ke rekening bank/uang elektronik/dompet elektronik yang ditunjuk dalam tagihan tersebut.
    8. TELKOM secara aktif memberikan informasi kepada MERCHANT dalam bentuk dokumentasi atau informasi lainnya berkaitan dengan penggunaan Layanan MPS.

 

  • Refund dan Chargeback

 

  1. Refund terjadi atas permintaan Pelanggan kepada MERCHANT untuk melakukan pengembalian dana atas transaksi virtual account, transfer antar bank, direct debit dan uang elektronik  sebesar nominal transaksi yang dilakukan oleh Pelanggan.
  2. Dalam transaksi yang termasuk dalam kejadian Refund antara lain:
    • transaksi tidak sah atau tidak diotorisasi;
    • nominal tagihan yang salah atau berbeda pada saat transaksi;
    • barang/jasa dari MERCHANT tidak sampai di Pelanggan;
    • barang yang diterima Pelanggan dalam keadaan rusak/cacat;
    • pelanggan tidak puas dengan barang/jasa yang diterima dari MERCHANT;
    • diduga melanggar hukum, penipuan atau mencurigakan.
  3. Dalam hal terdapat permintaan Refund dari Pelanggan, Para Pihak sepakat untuk mematuhi syarat dan ketentuan pada Ketentuan ini, antara lain:
    1. TELKOM dapat melakukan klarifikasi kepada MERCHANT atas pengajuan Refund yang didapatkan dari Pelanggan;
    2. MERCHANT dapat meminta dokumen sebagai bukti untuk permohonan refund yang terdiri atas:
      • Invoice/struk transaksi yang mencakup nomor transaksi;
      • Detail customer, apabila ada;
      • Tanda bukti pengiriman, apabila ada;
      • Bukti komunikasi dengan MERCHANT, apabila ada.
    3. Bukti atas permohonan Refund dikirimkan oleh MERCHANT kepada TELKOM secara tertulis melalui surat elektronik dengan alamat: service@mpstelkom.id;
    4. TELKOM akan memberikan waktu kepada MERCHANT untuk mengirimkan bukti selama 14 (empat belas) Hari Kerja;
    5. Para Pihak akan berkoordinasi untuk menyelesaikan permohonan Refund dan TELKOM berhak meminta informasi yang diperlukan kepada MERCHANT terkait dengan proses penyelesaian tersebut dan MERCHANT wajib memberikan bantuan yang dibutuhkan selama proses Refund; 
    6. Untuk metode pembayaran menggunakan virtual account dan uang elektronik, apabila proses Refund disetujui oleh TELKOM, maka TELKOM akan melakukan transfer dana kepada MERCHANT untuk diteruskan kepada Pelanggan.
    7. Untuk metode pembayaran menggunakan direct debit, dimana TELKOM hanya berperan dalam proses settlement ke Mitra, maka Pelanggan dapat menyampaikan permohonan chargeback kepada bank.

  1. Dalam transaksi direct debit yang disediakan oleh TELKOM, jika Chargeback terbukti terjadi setelah dilakukan investigasi oleh Para Pihak secara tertulis, maka Acquirer akan memotong dana dari rekening milik TELKOM pada settlement bulan selanjutnya sejumlah nominal yang akan dikreditkan kembali kepada rekening Pelanggan sebagai akibat dari Chargeback;
  2. TELKOM akan mengurangi nominal settlement merchant pada Hari Kerja selanjutnya setelah mendapatkan status transaksi final dari Acquirer. Dalam hal ini nominal settlement tersebut akan dikreditkan kembali kepada rekening Pelanggan sebagai akibat dari Chargeback;
  3. MERCHANT dengan ini memberikan persetujuan kepada TELKOM untuk menggunakan jumlah settlement untuk tujuan Chargeback dan Refund. Apabila jumlah Settlement pada bulan berikutnya tidak mencukupi untuk pemotongan Chargeback dan Refund maka MERCHANT harus membayarkan sejumlah Chargeback atau Refund sejumlah kekurangan tersebut dalam 7 (tujuh) Hari Kerja kepada TELKOM dengan memberikan informasi secara tertulis melalui service@mpstelkom.id dan transfer melalui: 
Nama Bank Bank Mandiri
Cabang KCP Bdg Kanpus Telkom
Nama Pemilik TELKOM
No Rekening 1310055779955

  1. TELKOM hanya akan memproses permintaan Chargeback yang datang dari Acquirer, dan TELKOM berhak menolak permintaan Chargeback yang datang selain dari Acquirer;
  2. TELKOM hanya akan tunduk pada instruksi MERCHANT untuk memproses Chargeback dan Refund dari Pelanggan. MERCHANT memiliki prosedur dan syarat ketentuan pada situs/aplikasi MERCHANT mengenai Chargeback dan Refund;
  3. TELKOM tidak akan melakukan Refund atas MDR dan/atau biaya lainnya, melainkan hanya memproses dari jumlah penuh pendapatan Transaksi;
  4. TELKOM tidak menanggung biaya yang timbul atas proses transfer untuk dana Refund ke rekening yang ditunjuk oleh MERCHANT;
  5. Waktu proses Chargeback dan Refund bervariasi mengikuti kebijakan Bank atau Lembaga Selain Bank selaku issuer uang elektronik/ kartu debit dan penyedia layanan virtual account yang digunakan Pelanggan.
  6. MERCHANT dapat melakukan pembatalan transaksi untuk layanan virtual account dengan menjadikan nomor virtual account ‘expired’ jika ada kecurigaan bahwa transaksi yang terjadi berpotensi merugikan MERCHANT di kemudian hari. 
  7. Untuk transaksi lain di luar virtual account, MERCHANT harus menyampaikan kepada TELKOM jika ada kecurigaan bahwa transaksi yang terjadi berpotensi merugikan MERCHANT di kemudian hari. Informasi transaksi tersebut disampaikan kepada TELKOM untuk ditindaklanjuti sesuai dengan prosedur yang berlaku di TELKOM.
  1. Dalam hal MERCHANT menerima permohonan pembatalan transaksi Chargeback dari Pelanggan, Para Pihak sepakat untuk mematuhi syarat dan ketentuan pada Ketentuan ini, antara lain:
    1. Pembatalan Chargeback disampaikan oleh Pelanggan kepada Bank, dimana Bank akan meneruskan permohonan Chargeback tersebut kepada TELKOM secara langsung dan/ atau melalui Acquirer yang ditunjuk oleh TELKOM;
    2. TELKOM akan meminta konfirmasi kepada MERCHANT terkait permohonan Chargeback yang disampaikan Pelanggan, dimana TELKOM menyampaikan informasi sebagai berikut:
      • Nama Lengkap Pelanggan;
      • Invoice Transaksi termasuk nomor transaksi dan tanggal transaksi;
      • Alasan pembatalan chargeback dari Pelanggan;
      • Dokumen yang menunjukkan bagian depan kartu kredit;
      • Bukti interaksi bahwa Pelanggan telah meminta Chargeback kepada pihak bank.
    3. TELKOM mengirimkan dokumen permohonan Chargeback secara langsung melalui surat elektronik atau media lainnya yang disepakati dengan MERCHANT.
    4. MERCHANT akan mengirimkan bukti dokumen yang dibutuhkan kepada pihak TELKOM diantaranya untuk melakukan permohonan pembatalan Chargeback dalam waktu selambat-lambatnya 7 (Tujuh) Hari Kerja.
    5. Apabila MERCHANT tidak dapat mengirimkan bukti dokumen yang dibutuhkan kepada TELKOM dalam jangka waktu yang ditentukan, maka permohonan Chargeback akan diproses oleh Bank.

 

  • Layanan Pengiriman Dana (Disbursement)

 

    1. Layanan Pengiriman Dana adalah layanan pembayaran dana yang dilakukan TELKOM kepada nomor rekening milik Mitra atas aktivitas transaksi dari Mitra tersebut berdasarkan permintaan dari MERCHANT;
    2. MERCHANT dapat menggunakan Layanan Pengiriman Dana kepada Mitra dengan melakukan aktivasi secara mandiri melalui Dashboard Layanan;
    3. TELKOM akan melakukan verifikasi atas permintaan aktivasi dari MERCHANT untuk menggunakan Layanan Pengiriman Dana dengan jangka waktu paling lambat 7 (Tujuh) Hari Kalender;
    4. Setelah aktivasi Layanan Pengiriman Dana berhasil, maka MERCHANT dapat melengkapi data terkait detail data dari Mitra seperti ID mitra, nama mitra, pembagian pendapatan, email mitra, nama bank, nomor rekening dan perjanjian kerjasama atau form yang disepakati oleh MERCHANT dengan Mitra.
    5. Permintaan pengiriman dana hanya dapat dilakukan oleh Akun MERCHANT dengan terlebih dahulu melakukan input manual informasi detail Mitra pada Dashboard Layanan berupa data .csv. TELKOM tidak dapat melakukan pengiriman dana kepada Mitra apabila data yang diisi belum sesuai dengan ketentuan;
    6. Proses pengiriman dana dilakukan melalui proses transfer dana dari rekening TELKOM ke rekening Mitra, sesuai dengan nomor rekening yang didaftarkan oleh MERCHANT pada dashboard Layanan.
    7. Setiap pendaftaran akun Mitra yang dilakukan dari Akun MERCHANT dianggap telah dikonfirmasi oleh MERCHANT melalui input manual pada Dashboard Layanan dan tidak dapat dibatalkan setelah TELKOM menerima permintaan tersebut.
    8. TELKOM akan  melakukan Pengiriman Dana berdasarkan data .csv ke Akun Mitra dan memberikan informasi data transaksi dengan mencantumkan keterangan berupa namun tidak terbatas pada nomor referensi, status pengiriman, dan keterangan tambahan. 
    9. TELKOM akan melakukan upload data transaksi yang setelah dilakukan proses Pengiriman Dana ke Dashboard Layanan untuk update transaksi Pengiriman Dana menjadi SUCCESS (jika berhasil dikirim ke rekening penerima) atau PENDING (jika gagal dikirim ke rekening penerima);
    10. Status Pengiriman Dana yang PENDING yang disebabkan oleh nomor rekening Akun Mitra yang tidak valid menjadi tanggung jawab MERCHANT, dimana MERCHANT harus memperbaiki dan mendaftarkan kembali nomor rekening Akun Mitra yang valid kepada TELKOM.
    11. TELKOM dianggap telah selesai melakukan Layanan Pengiriman Dana pada saat memberikan surat elektronik kepada Akun Mitra yang terdaftar dengan memberikan informasi bahwa transaksi Pengiriman Dana telah selesai dilakukan.
    12. MERCHANT menyetujui dan menerima bahwa kewajiban TELKOM kepada MERCHANT sehubungan dengan setiap Pengiriman Dana telah selesai setelah keadaan pada ketentuan 6.k di atas terpenuhi, dan mengakui dan menerima bahwa TELKOM dan Afiliasinya tidak bertanggung jawab atas kerugian yang diderita oleh MERCHANT sehubungan dengan kesalahan, kegagalan, keterlambatan, kerusakan, penundaan atau kejadian lainnya yang mempengaruhi proses akhir Pengiriman Dana oleh bank yang telah membuat, mengelola dan memelihara rekening dana  dan rekening tujuan.
    13. MERCHANT setuju untuk tunduk pada syarat dan ketentuan dari bank yang ditunjuk bersama dengan siapa TELKOM akan memberikan Layanan (termasuk, namun tidak terbatas pada, batasan atau perubahan pada jam dimana Rekening Virtual dapat dialokasikan oleh Bank yang ditunjuk) dan semua persyaratan dan ketentuan tersebut menjadi bagian Perjanjian ini sebagai referensi.

 

  •  Dispute & Rekonsiliasi 

 

    1. MERCHANT dapat meminta kepada TELKOM untuk melakukan rekonsiliasi terhadap data transaksi dalam hal terjadinya perbedaan data transaksi dan hal lainnya.
    2. Pelaksanaan Rekonsiliasi hanya dilakukan oleh Para Pihak sesuai dengan kebutuhan Para Pihak yaitu untuk menyelesaikan perbedaan data.
    3. Para Pihak sepakat dalam hal ditemukan adanya perbedaan data transaksi yang terdapat di dashboard MPS dengan data yang dimiliki MERCHANT maka Para Pihak dapat melakukan Rekonsiliasi data transaksi. 
    4. Proses Rekonsiliasi dilakukan antara tanggal 1 sampai 31 bulan n+1 dengan periode data transaksi 1 (satu) bulan kalender berdasarkan kepada penerimaan dana di rekening Telkom. Hasil rekonsiliasi tersebut dituangkan dalam Berita Acara Rekonsiliasi sebagai dasar proses Settlement bulan n.
    5. Berita Acara Rekonsiliasi berisikan informasi yang dibutuhkan oleh MERCHANT dan TELKOM sekurang-kurangnya jumlah transaksi, waktu transaksi, nominal pendapatan produk termasuk pajak yang dikenakan terhadap pembelian produk tersebut, nominal margin yang menjadi hak TELKOM dan rekening MERCHANT.
    6. Berita Acara Rekonsiliasi ditandatangani oleh pejabat berwenang dari MERCHANT dan TELKOM.
    7. Dalam hal tidak dapat ditemukan titik permasalahan perbedaan data, maka penyelesaian dilakukan dengan mengacu pada data transaksi milik TELKOM.
    8. Dalam hal pembayaran yang dilakukan oleh Pelanggan dilakukan dengan tidak benar, seperti:
      1. Pembayaran dengan jumlah yang salah yang mana tidak sesuai dengan jumlah yang dibebankan dalam tagihan yang dikirim dan ditujukan untuk Pelanggan tersebut;
      2. Pembayaran dana ke tujuan yang salah; atau
      3. Kegagalan untuk menyelesaikan transaksi.

maka MERCHANT berhak untuk menyampaikan permohonan konfirmasi kepada TELKOM untuk dilakukan proses pengecekan lebih lanjut sesuai dengan prosedur yang ditetapkan oleh TELKOM.

  1. Para Pihak sepakat, dalam hal terjadinya ketidakcocokan setelah proses Settlement, maka akan dilakukan:
    1. Apabila terjadi kelebihan jumlah dana yang dilimpahkan dari yang seharusnya, maka TELKOM akan memotong atau mengurangi dana pada pelimpahan berikutnya sesuai dengan jumlah selisih dana yang dimaksud;
    2. Sehubungan dengan butir (i) di atas, dalam hal jumlah selisih kelebihan dana melebihi dana transaksi pada pelimpahan dana berikutnya, maka MERCHANT wajib melakukan pengembalian dana sebelum proses Settlement berikutnya dilakukan sesuai dengan selisih yang dimaksud; dan
    3. Dalam hal terjadi kekurangan jumlah dana yang akan dilimpahkan oleh TELKOM, maka selisih dana yang kurang tersebut akan dilimpahkan oleh TELKOM pada proses Settlement berikutnya.

 

  • Transaksi Fraud

 

  1. Dalam hal mengantisipasi adanya fraud, MPS memiliki kemampuan sistem yang dikelola MPS untuk mendeteksi potensi terjadinya tindakan mencurigakan (Fraud) berupa Fraud Detection System, dengan action hasil deteksi akan dikomunikasikan kepada MERCHANT/User terkait konfirmasi transaksi tersebut yang selanjutnya data tersebut akan dimasukkan ke dalam database blacklist pembayaran untuk diolah menjadi model prediksi yang lebih tepat.
  2. Dalam penggunaan sistem Fraud Detection System, MERCHANT tidak dikenakan biaya tambahan.
  3. Dalam hal terjadi indikasi fraud maka Para Pihak wajib melakukan penyelesaian dengan proses penanganan yang dilakukan termasuk namun tidak terbatas pada langkah-langkah sebagai berikut :
    1. Setiap Pihak menghentikan layanan sementara dan/atau tindakan lainnya secara sewaktu-waktu seketika terjadi fraud dan memberikan pemberitahuan tertulis kepada Pihak lainnya;
    2. TELKOM berhak untuk melakukan penahanan untuk sementara waktu terhadap dana transaksi yang diduga terindikasi Fraud.
    3. Para Pihak wajib melakukan investigasi lanjutan yang dilaksanakan dengan itikad baik dengan tetap mematuhi segala peraturan perundang-undangan yang berlaku;
    4. Hasil investigasi bersifat final dan mengikat Para Pihak serta dituangkan dalam suatu dokumen tertulis yang ditandatangani oleh Para Pihak;
    5. Setiap Pihak membebaskan Pihak lainnya (“Pihak Tidak Terdampak”) dari tuntutan dan/atau kewajiban melakukan penggantian kerugian atas kesalahan sistem dan/atau kondisi lain yang terjadi pada ekosistem dan/atau sistem milik Pihak tersebut (”Pihak Terdampak”) yang menimbulkan kerugian, termasuk namun tidak terbatas pada kejadian yang disebabkan oleh fraudster atau pihak ketiga lain, selama tidak dapat dibuktikan bahwa kondisi yang menyebabkan Pihak Terdampak mengalami kerugian adalah kesalahan dari Pihak Tidak Terdampak.

 

  • Kegiatan Yang Dilarang

 

    1. Kategori usaha dan kegiatan berikut dilarang untuk menggunakan Layanan MPS. Kategori Kegiatan Yang Dilarang dapat berubah dari waktu ke waktu seiring dengan perubahan peraturan perundangan-undangan, dan secara sepihak, TELKOM dapat mengubahnya dengan memberikan notifikasi terlebih dahulu kepada MERCHANT. Dalam keadaan tertentu, daftar kegiatan di bawah memenuhi syarat untuk diproses dengan mendapatkan persetujuan sebelumnya dari TELKOM. Dalam hal MERCHANT tidak yakin mengenai kegiatan usahanya terkategori sebagai Kegiatan Yang Dilarang, atau memiliki pertanyaan bagaimana persyaratan tersebut berlaku, silahkan hubungi kami.
    2. MERCHANT secara hukum mengakui dan mengkonfirmasi persetujuan atau menyepakati MERCHANT tidak akan mempergunakan Layanan MPS untuk menerima pembayaran terkait dengan bisnis-bisnis, kegiatan usaha, atau praktik usaha, kecuali telah terlebih dahulu menerima persetujuan dari TELKOM.

 

  • Keamanan dan Penipuan

 

    1. MERCHANT menyatakan dan menjamin bahwa, selama Layanan MPS digunakan oleh MERCHANT, MERCHANT diwajibkan untuk memelihara dan mematuhi semua langkah-langkah keamanan untuk melindungi Sistem Komputer MERCHANT dan data yang tersimpan di dalamnya dari pengendalian tidak sah, perusakan, atau akses tidak sah lainnya dan mematuhi semua peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk namun tidak terbatas pada Standar Keamanan Data Industri Kartu Pembayaran.
    2. TELKOM dapat membantu MERCHANT melakukan investigasi dengan penegak hukum untuk memulihkan dana yang hilang. Namun, jika TELKOM setuju untuk memfasilitasi MERCHANT dalam penyelidikan tersebut, TELKOM tidak bertanggung jawab terhadap MERCHANT, atau bertanggung jawab atas kerugian finansial atau non-finansial (baik langsung maupun tidak langsung) atau konsekuensi lain sebagai akibat tindakan penipuan tersebut.
    3. Tanggung jawab ada pada MERCHANT untuk meninjau Kembali segala kontrol atas keamanan yang diberikan atau disarankan oleh TELKOM. MERCHANT dapat menerapkan prosedur dan kontrol keamanan lainnya yang tidak disediakan oleh TELKOM. TELKOM tidak pernah menyatakan, menjamin atau memberikan garansi bahwa MERCHANT atau Pelanggan tidak akan pernah menjadi korban penipuan.
    4. TELKOM dapat menyediakan maupun menyarankan cara terbaik dalam hal mengimplementasikan pencegahan kerugian dan memastikan pengalaman yang lancar. MERCHANT setuju untuk meninjau segala praktik terbaik yang disarankan TELKOM dan memilih yang paling pantas untuk kegiatan usahanya, serta mengimplementasikan prosedur dan kontrol keamanan yang tidak disediakan oleh TELKOM.
    5. TELKOM menyediakan fitur pengamanan tambahan yaitu IP Whitelisting yang dapat digunakan dan diterapkan oleh MERCHANT pada sistem MERCHANT. Apabila MERCHANT tidak menggunakan dan menerapkan fitur pengamanan tambahan ini, maka segala resiko yang mungkin terjadi di kemudian hari menjadi tanggung jawab MERCHANT.

 

  • Pernyataan dan Jaminan

 

      1. Pernyataan dan jaminan TELKOM adalah sebagai berikut:
        1. Layanan-layanan dan API yang diberikan kepada MERCHANT berdasarkan dokumen ini akan sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Dokumentasi Layanan yang berlaku, sebagaimana dapat diubah dari waktu ke waktu atas kebijakan sepihak dari TELKOM yang mutlak, dan dalam Perjanjian.
        2. TELKOM menyatakan dan menjamin lebih lanjut bahwa TELKOM akan mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Standar Keamanan Data Industri Kartu Pembayaran.
        3. Jaminan-jaminan sebelumnya tidak akan berlaku jika: (i) suatu produk, layanan, atau pelaksanaan kewajiban yang dalam S&K ini digunakan pada perubahan ketentuan Perjanjian, S&K ini atau dokumentasi yang berlaku; (ii) setiap produk, layanan, atau pelaksanaan kewajiban yang dilisensikan dalam dokumen ini atau bagiannya telah dimodifikasi tanpa persetujuan tertulis dari TELKOM; atau, (iii) cacat pada setiap produk, layanan, atau pelaksanaan kewajiban yang diberikan dalam dokumen ini disebabkan oleh malfungsi peralatan dari MERCHANT atau perangkat lunak pihak ketiga lainnya.
        4. Dalam hal MERCHANT menemukan bahwa ada produk, layanan, atau pelaksanaan kewajiban yang tidak sesuai, MERCHANT dapat melaporkan ketidaksesuaian tersebut kepada TELKOM, kemudian TELKOM akan menjalankan upaya yang wajar untuk memperbaiki ketidaksesuaian tersebut tanpa membebankan biaya tambahan kepada MERCHANT atau membayarkan kembali biaya yang dibayarkan untuk produk, layanan, atau pelaksanaan kewajiban yang tidak sesuai dalam waktu 14 hari kalender sejak MERCHANT menemukan adanya ketidaksesuaian tersebut. Upaya pemulihan yang disebutkan merupakan tanggung jawab TELKOM.
        5. TELKOM menyatakan dan menjamin bahwa tidak akan menggunakan atau mengungkapkan data unik Pelanggan  non-publik yang diajukan oleh MERCHANT kecuali jika diperlukan (i) untuk menyediakan Layanan kepada MERCHANT berdasarkan dokumen ini, (ii) untuk menyediakan layanan pengecekan penipuan secara umum tanpa mengungkapkan informasi Pelanggan yang dapat diidentifikasi secara pribadi, atau, (iii) sebagaimana diizinkan atau diwajibkan oleh hukum.
      2. Pernyataan dan jaminan MERCHANT adalah sebagai berikut:
        1. MERCHANT menyatakan dan menjamin bahwa: (i) MERCHANT memiliki segala hak, kekuasaan dan kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan Perjanjian dan untuk melaksanakan kewajibannya dalam Perjanjian tersebut(termasuk namun tidak terbatas pada S&K ini); (ii) tidak memerlukan otorisasi atau persetujuan dari pihak ketiga sehubungan dengan penandatanganan, penyampaian atau pelaksanaan Perjanjian; (iii) Perjanjian merupakan kewajiban hukum, yang berlaku dan mengikat untuk, dan dapat dilaksanakan oleh MERCHANT sesuai dengan ketentuannya, dan tidak melanggar perjanjian lain yang mengikat MERCHANT; dan (iv) penggunaan Layanan dipergunakan hanya untuk transaksi yang sah dan kegiatan usaha yang mematuhi segala undang-undang, peraturan, dan regulasi yang berlaku dan (v) ia telah dan akan mematuhi segala undang-undang, peraturan, dan regulasi yang berlaku.
        2. MERCHANT selanjutnya menyatakan dan menjamin bahwa pemasangan, konfigurasi, dan penggunaan Layanan dan API harus sesuai dengan spesifikasi yang tercantum dalam Dokumentasi Layanan yang berlaku dan persyaratan di dalam Perjanjian.
        3. MERCHANT selanjutnya menyatakan dan menjamin bahwa, sebelum mengirim informasi Pelanggan kepada TELKOM, ia akan menyediakan dan mengungkap dengan sewajarnya dan/atau mendapatkan semua persetujuan yang diperlukan dari setiap Pelanggan mengenai niat pengungkapan dan penggunaan dari data Pelanggan.
        4. MERCHANT selanjutnya menyatakan dan menjamin bahwa (i) MERCHANT memiliki segala hak dan kewenangan untuk menjual atau mendistribusikan produk atau jasa, yang merupakan alasan MERCHANT menggunakan Layanan MPS, (ii) MERCHANT telah dan akan mematuhi semua undang-undang dan peraturan yang berlaku terkait dengan penggunaan Layanan, dan (iii) tidak ada satu pun produknya yang melanggar hak atas Kekayaan Intelektual dari pihak ketiga manapun dan tidak mengandung konten apa pun yang melanggar peraturan perundang-undangan.
        5. MERCHANT menyatakan dan menjamin bahwa MERCHANT mematuhi semua undang-undang dan pembatasan dan tidak satu pun produk atau Jasa yang diekspor atau diimpor dari dan terlibat atau akan bertransaksi dengan (i) setiap negara atau orang, warga negara atau perusahaan yang yang telah dijatuhkan embargo barang oleh PBB dan/atau sanksi yang berlaku secara internasional seperti US Consolidated Sanction, OFAC Specially Designated Nationals,EU Financial Sanctions, UK Financial Sanctions, Interpol Wanted List, dan daftar sanksi lain yang berlaku; atau (ii) negara atau orang, warga negara atau perusahaan manapun yang masuk dalam daftar hitam FATF.
        6. MERCHANT menyatakan dan menjamin lebih lanjut bahwa dirinya tidak terlibat dan tidak akan melakukan tindakan untuk mendapatkan penawaran, pembayaran, janji untuk membayar, atau otorisasi atau persetujuan atas pembayaran atau pemberian uang, properti, hadiah atau hal lain yang bernilai, secara langsung atau tidak langsung, kepada “pegawai pemerintah” (termasuk pejabat atau pegawai pemerintah atau badan usaha milik negara atau entitas yang dikendalikan atau organisasi internasional publik, atau orang yang bertindak dalam kapasitas resmi untuk atau atas nama salah satu dari hal tersebut di atas, atau partai politik atau pejabat partai atau kandidat jabatan politik) untuk mempengaruhi keputusan resmi atau mendapatkan keuntungan yang tidak semestinya; dan MERCHANT telah menjalankan usahanya sesuai dengan  peraturan perundangan pencegahan-korupsi dan suap yang berlaku.
        7. MERCHANT menyatakan dan menjamin bahwa operasional MERCHANT telah atau akan dilakukan setiap saat sesuai dengan persyaratan pencatatan dan pelaporan keuangan yang berlaku dan undang-undang pemberantasan pencucian uang di Republik Indonesia. 
        8. MERCHANT menyatakan dan menjamin bahwa segala barang atau layanan yang dijual atau diserahkan oleh MERCHANT dan Pedagangnya kepada Pelanggan akan dikirimkan atau diserahkan sebagaimana mestinya berdasarkan janjinya kepada Pelanggan dan bahwa MERCHANT tidak akan menyatakan bahwa TELKOM dan Afiliasinya bertanggung jawab atau berkewajiban dari hubungan hukum yang timbul antara MERCHANT dan Pelanggan.

 

  • Informasi Rahasia

 

    1. Para Pihak dengan ini menyetujui untuk menjaga Informasi Rahasia Pihak lainnya  secara ketat dengan melakukan tindakan pencegahan yang pantas untuk melindungi Informasi Rahasia tersebut, tidak membocorkan Informasi Rahasia atau informasi apa pun yang diperolehnya kepada pihak ketiga kecuali diperlukan untuk menyediakan atau penggunaan Layanan MPS. Para Pihak atau pihak ketiga yang diberi akses terhadap Informasi Rahasia diharuskan memiliki dasar yang sah dan harus memiliki perjanjian secara tertulis untuk mematuhi kewajiban kerahasiaan, baik secara umum maupun khusus terhadap Perjanjian atau S&K ini.
    2. Kecuali telah diatur dalam Perjanjian atau S&K ini, dalam waktu tiga puluh (30) hari kalender setelah penghentian Perjanjian, Para Pihak harus memusnahkan semua materi yang merupakan Informasi Rahasia dan/atau Kekayaan Intelektual. Terlepas dari hal tersebut, TELKOM dapat menyimpan Informasi Rahasia sebagaimana diperlukan untuk mematuhi peraturan perundang-undangan dengan ketentuan bahwa TELKOM wajib menjaga kerahasiaan Informasi Rahasia tersebut sesuai dengan persyaratan dalam Perjanjian dan S&K ini.
    3. Meskipun ada ketentuan dalam Perjanjian atau S&K ini, Para Pihak dapat mengungkapkan Informasi Rahasia ke Pihak lain sepanjang pengungkapan tersebut sesuai dengan perintah atau kewajiban yang sah dari lembaga pemerintahan atau pengadilan yang memiliki kompetensi.

 

  • Hak atas kekayaan intelektual

 

      1. Dengan tunduk pada syarat-syarat dalam S&K ini, TELKOM dengan ini memberikan kepada MERCHANT dan MERCHANT dengan ini menerima dari TELKOM suatu lisensi pribadi, terbatas, non-eksklusif, tidak dapat dipindahtangankan, dan hak untuk menggunakan API TELKOM dengan disertai Dokumentasi Layanan yang bersangkutan untuk tujuan berikut:
        1. melakukan instalasi dan menggunakan API pada sejumlah mesin, sebanyak yang sewajarnya diperlukan (mesin tersebut adalah dan harus dipelihara di fasilitas yang dimiliki, di bawah penguasaan, atau disewa oleh MERCHANT) untuk menggunakan Layanan tersebut dengan tujuan melakukan transaksi dengan Pelanggan;
        2. Apabila didapati oleh TELKOM bahwa MERCHANT memberikan, mengalihkan, dan/ atau melakukan instalasi pada fasilitas yang bukan merupakan milik, penguasaan, ataupun disewakan oleh MERCHANT, ataupun penggunaan API MERCHANT kepada pihak lain, baik sebagian atau seluruhnya,  maka TELKOM akan melakukan tindakan-tindakan yang dianggap perlu terhadap MERCHANT, termasuk namun tidak terbatas pada penghentian layanan sementara ataupun Pengakhiran Perjanjian secara sepihak;
        3. MERCHANT dengan ini menyatakan bertanggung jawab secara penuh atas segala kerugian, konsekuensi, tuntutan maupun pertanggungjawaban hukum yang mungkin timbul akibat dari pengalihan, penggunaan, ataupun penyerahan API dari MERCHANT kepada Pihak lain.
        4. menggunakan Dokumentasi Layanan yang menyertainya hanya dengan maksud menggunakan API dan Layanan; dan
        5. membuat setiap salinan API dan Dokumentasi Layanan yang diperlukan, dengan semua pemberitahuan hak cipta yang utuh, hanya untuk tujuan pengarsipan.
      2. MERCHANT mengakui dan setuju untuk memberikan TELKOM persetujuan untuk mempergunakan nama, logo, merek miliknya di portal TELKOM untuk tujuan yang diperbolehkan oleh Hukum termasuk untuk pemasaran.

 

  • Korespondensi 

 

Kecuali disepakati lain, segala pemberitahuan atau komunikasi atau korespondensi lainnya yang dibuat berdasarkan, atau dengan merujuk kepada S&K ini dilakukan secara tertulis dan dikirimkan secara langsung melalui alamat e-mail berikut :

  1. Pihak Pertama:

service@mpstelkom.id

  1. Pihak Kedua:

sebagaimana tertulis dalam Formulir Registrasi Merchant.

Ingin tahu lebih lanjut?

Hubungi kami dan kembangkan bisnis kamu bersama MPS.

Hubungi bagian penjualan
Demo